Kamis, 19 Mei 2016

                                             +++ JIKA KITA MISKIN+++
Jika hari ini kita miskin, maka biarlah kita yang mengalaminya. Mari bekerja keras, memastikan besok lusa, anak-anak kita lebih sejahtera. Mereka tidak perlu mengalaminya.
Jika hari ini hidup kita bodoh, maka biarlah kita yang mengalaminya. Mari belajar, sekolah habis2an, kemudian didik generasi penerus sebaik mungkin. Anak-anak kita tidak perlu melewatinya.
Selalu begitu seharusnya wisdom kehidupan.
Jika hari ini, hutan-hutan di sekitar kita terbakar setiap musim kemarau tiba, asap memenuhi langit, maka mari kita bahu-membahu menghentikannya, cukup kita saja yang menyaksikannya, anak-anak kita besok, menghirup udara segar, menatap langit biru.
Jika hari ini, orang2 korup, pejabat2 jahat, pengusaha2 serakah, berkeliaran seenak perutnya, maka cukup kita saja yang melihatnya. Mari bersama-sama menghabisi orang2 ini. Agar besok lusa, anak-anak kita tidak lagi bertemu dengan spesies jahat ini.
Selalu begitu seharusnya mekanisme kehidupan. Kita mewariskan sesuatu yang lebih baik bagi mereka. Bukan sebaliknya, kita menimbun masalah demi masalah, kemudian tutup mata. Sungguh inilah orang paling tak tahu diri, waktu muda merepotkan orang tuanya, saat sudah tua, merepotkan anak-anaknya dengan masalah yang dia buat sendiri saat muda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar