Jumat, 24 Januari 2014

Laporan Praktikum AC Mobil


KATA PENGANTAR
           
Assalammu’alaikum Wr.Wb
            Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan petunjuk-Nya kami dapat menyusun laporan mengenai “Pengenalan Komponen AC Mobil beserta fungsinya“. Laporan ini kami susun berdasarkan praktikum  pada mata kuliah laboratorium sistem Tata Udara. Adapun tujuan dari penyusunan laporan ini adalah agar mahasiswa khususnya pembaca mengetahui dan memahami komponen AC mobil beserta fungsinya pada setiap mobil. Pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai komponen, fungsi dan cara kerja AC mobil. Demikianlah laporan ini kami susun, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan tidak lupa kami ucapkan terimakasih.
Wassalammu’alaikum Wr.Wb.



                                                                                                                        Sekayu,  Juli 2010

                                                                                                                                Penyusun







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                       …………………………………………………..
DAFTAR ISI                                      …\.………………………………………………
BAB I. PENDAHULUAN
1.1    Latar belakang                  ………………………………………………….
1.2    Rumusan masalah             ………………………………………………….
1.3    Tujuan                              ………………………………………………….
1.4    Tinjauan Pustaka              ………………………………………………….
1.5    Keselamatan kerja            ……………………...…………………………..
BAB II. LANDASAN TEORI          ………………………………………………….
BAB III. PEMBAHASAN                ………………………………………………….
BAB IV. PENUTUP
            4.1  Kesimpulan                      ………………………………………………….
            4.2  Saran                                …………………………………………………..









BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Dewasa ini kebutuhan AC tidak hanya meliputi kebutuhan pendinginan suatu gedung perkantoran namun telah merebak ke berbagai kebutuhan manusia lainnya, seperti  pendinginan industri makanan, industri telekomunikasi maupun pendinginan rumah dan pendinginan transportasi. Adapun pendinginan yang digunakan pada alat transportasi yaitu terdapat pada mobil baik mobil pribadi maupun bus. Pada dasarnya siklus sistem pendinginan yang digunakan pada semua kebutuhan manusia adalah sama hanya saja jenis bahan pendingin(refrigeran) yang digunakan berbeda dan komponen yang terdapat pada setiap mesin pun berbeda.
Begitu besar peranan AC dalam memenuhi kebutuhan manusia dan menciptakan kenyamanan mengharuskan mahasiswa ikut berpartisipasi dalam usaha mewujudkan kenyamanan dengan tetap memperhatikan keselamatan lingkungan akibat dampak dari pemakaian refrigeran yang berlebihan. Maka dari itu mahasiswa disarankan untuk mempelajari sistem pendinginan ini yang meliputi siklus, komponen yang terdapat dala sistem pendinginan, fungsi komponen, cara kerja, tata cara pemakaian refrigeran yang baik dan benar dan solusi menanggulangi permasalahan yang ditimbulkan akibat pemakaian refrigeran yang tidak benar agar tidak merusak lingkungan.

1.2              Rumusan Masalah
1.      Apa saja komponen-komponen yang terdapat pada Ac mobil ?
2.      Apa fungsi dari setiap komponen-komponen yang terdapat pada Ac mobil ?
3.      Apa saja komponen pada sistem kelistrikan pada AC mobil dan jelaskan fungsi masing- masing komponen tersebut ?
4.      Bagaimanakah proses pengosongan, pemvakuman, pengisian oli dan pengisian refrigeran pada sistem AC mobil ?

1.3              Tujuan
1.      Mengetahui dan dapat menyebutkan komponen utama atau komponen tambahan pada sistem refrigerasi AC mobil dan menjelaskan fungsi komponen tersebut serta mampu menjelaskan siklus refrigeran pada sistem refrigerasi AC mobil.
2.      Menyebutkan komonen-komponen system kelistrikan pada AC mobil dan menjelaskan fungsi masing-masing komponen serta mampu menggambarkan rangkaian kelistrikan AC mobil dan menjelaskan prinsip kerjanya.
3.      Mendeteksi jumlah refrigerant yang optimal pada sistem, melakukan pengosongan, pemvakuman, testing kebocoran, pengisian oli serta pengisian refrigeran pada sistem AC mobil.

1.4              Tinjauan Pustaka
a.    Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal    :Senin/ 05 Juli 2010
Waktu              :08.00 s.d 17.00 WIB
Tempat                        :Laboratorium Sistem Tata Udara Politeknik Sekayu

b.    Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah :
-          Tool box
-          Perangkat Simulasi AC mobil
-          Modul praktikum

1.5              Keselamatan Kerja
1.      Perhatikan setiap hal yang dijelaskan dan didemonstrasikan oleh instruktur.
2.      Catat hal-hal yang dianggap perlu
3.      Jangan mencoba menghidupakan mesin jika belum mengerti benar prosedur operasinya.
4.      Lakukan setiap proses menurut prosedur yang ditentukan
5.      Tanyakan selalu setiap ada hal yang belum jelas
6.      Bekerja dengan tekun dan penuh disiplin
7.      Utamakan keselamatan kerja baik diri sendiri, mesin maupun lingkungan di sekitar mesin.
BAB II
LANDASAN TEORI
       I.            Komponen Sistem Refrigerasi AC Mobil
Sistem refrigerasi AC mobil terdiri atas kompresor, kondensor, receiver/dryer, katup ekspansi dan evaporator. Masing-masing komponen mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan bekerja membentuk suatu siklus.
Adapun siklus sistem refrigerasi dari AC mobil adalah :
a.         Di dalam kompresor, tekanan dan temperatur refrigeran dinaikkan sehingga refrigeran keluar saluran discharge kompresor berupa gas dengan tekanan dan temperatur yang tinggi.
b.        Gas refrigeran kemudian mengalir ke dalam kondensor, di sini gas akan melepaskan kalor ke udara yang lewat pada kondensor dan mengalami pengembunan menjadi cairan.
c.         Refrigeran cair mengalir ke receiver/dryer. Di sini cairan refrigeran ditampung (receiving) dan akan dialirkan kembali sesuai laju aliran refrigeran yang dibutuhkan sistem. Refrigeran juga dibersihkan (filtering) dari kotoran-kotoran yang ikut sirkulasi dan selanjutnya uap air yang ikut sirkulasi akan diserap (drying).
d.        Cairan refrigeran dengan temperatur yang relatif rendah tapi tekanan masih tinggi, akan diekspansi di dalam katup ekspansi sehingga tekanan dan temperaturnya menjadi rendah.
e.         Kabut refrigeran yang bertemperatur dan bertekanan rendah kemudian mengalir ke dalam evaporator. Di sini refrigeran menyerap panas (kalor) dari udara yang dialirkan melewati evaporator. Akibatnya cairan refrigeran akan menguap menjadi gas dan kembali ke kompresor untuk memulai siklus baru.







    II.            Letak Komponen  pada AC Mobil
Letak komponen-komponen sistem sirkulasi refrigeran sangat bervariasi, tergantung dari jenis mobil (kendaraan).
Secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:
1.      Jenis mesin (engine) di depan, seperti: sedan, kijang, jeep, hardtop
2.      Jenis mesin di bawah jock, seperti: espass, carry
3.      Jenis mesin di belakang, seperti: VW combi, bus.


















BAB III
PEMBAHASAN
A.    Komponen Sistem Sirkulasi Refrigeran pada AC Mobil
Adapun komponen sistem sirkulasi refrigeran pada AC mobil:
·         Kompresor
Kompresor berfungsi untuk memompa refrigeran dalam sistem. Kompresor memiliki dua saluran utama, yaitu saluran hisap (suction line) dan saluran buang/keluar (discharge line). Saluran hisap harus dihubungkan dengan pipa keluaran evaporator, sedangkan saluran tekan dihubungkan dengan masukan pipa kondensor.
·         Kondensor
Kondensor adalah suatu komponen penukar kalor. Pada sistem pendingin lemari es berfungsi melepaskan kalor/panas dari produk makanan yang diinginkan. Sesuai dengan namanya kondensor, komponen ini bertugas mengkondensasikan refrigeran yaitu dengan merubah wujud uap refrigeran bertekanan tinggi menjadi refrigeran berwujud cair dengan melepas panas/kalor ke udara sekitar. Kondensor hanya merubah wujud refrigeran menjadi cair, sedangkan tekanannya masih tetap tinggi.

·         Receiver/dryer
Receiver adalah komponen yang digunakan untuk menyimpan cairan refrigeran. Dryer dan filter di dalam recieiver akan menyerap air dan kotoran yang ada di dalam refrigeran.Receiver memisahkan refrigeran dalam bentuk gas dari cairan refrigeran oleh perbedaan berat dan memastikan bahwa aliran yang mengalir ke expansion sudah berbentuk cairan. Dryer juga berisi desiccant yaitu zeolite yang berfungsi menyerap uap air.





·           Sigh glass
Sigh glass dipasang diatas receiver, digunakan untuk mengetahui jumlah refrigeran di dalam sirkulasi. Pada kondisi normal sigh glass akan berwarna bening. Jika jumlah refrigeran kurang maka sigh glass akan berubah warna menjadi keruh dan tekanan pada manifold gauge akan menunjukkan 20 - 35 psig sedangkan jika jumlah refrigeran berlebih maka sigh glass tetap bening namun tekanan pada manifold gauge menunjukkan 200-300 psig.
       Gambar sigh glass pada AC mobil

·           Katup ekspansi
Katup ekspansi berfungsi untuk menurunkan tekanan cairan refrigeran sebelum masuk ke evaporator.
·           Evaporator
Evaporator berfungsi menyerap kalor/panas dari produk makanan yang disimpan dalam lemari es dan sebagai tempat mengalirnya refrigeran



Ø  Langkah Kerja Pemeriksaan Komponen AC Mobil:
1.      Kondisi OFF
a.         Lakukan pengamatan pada komponen-komponen sistem sirkulasi refrigeran serta tata letaknya pada perangkat simulasi AC mobil.
b.        Amati pula posisi reflatif komponen-komponen tersebut terhadap komponen engine penggerak.

2.      Persiapan menghidupkan penggerak
a.       Periksa kesiapan engine penggerak dan komponen pendukungnya untuk dioperasikan (sesuai petunjuk instruktur).
b.      Hidupkan engine, dan atur putarannya pada 1500 rpm
c.       Biarkan stedy kira-kira 5 menit.

3.             Persiapan menghidupkan AC
a.    Periksa saklar blower pada dan saklar thermostat pada control
b.    Posisikan saklar blower pada high cool, dan atur thermostat posisi maksimum.
c.    Setelah AC jalan perhatikan putaran engine, biasanya putaran engine akan berkurang maka perlu dinaikkan lagi secara manual (engine tidak dilengkapi dengan peralatan idle up).
d.   Lakukan pengamatan pada komponen-komponen sirkulasi refrigeran.

4.             Amati dengan perabaan pada pipa-pipa saluran refrigeran, katup ekspansi, dryer (hati-hati pada pipa discharge karena relative panas)







Ø   Sirkulasi Refrigeran

B.            Sistem Kelistrikan AC Mobil
Adapun komponen sistem kelistrikan yang terdapat pada AC mobil, yaitu:
·         Power Supply DC
Komponen ini digunakan sebagai sumber arus utama dalam menyuplai arus ke komponen-komponen AC mobil. Tanpa adanya power supply DC maka sistem refrigerasi AC mobil tidak akan berjalan. Adapun power supply DC pada sistem refrigerasi AC mobil berupa accu.

·         Fuse (sekering)
Fuse (sekering) adalah elemen rangkaian yang terbakar atau putus bila arus yang melaluinya melebihi nilai tertentu. Fuse melindungi rangkaian dari kerusakan fungsi yang sama dengan pemutus arus.




·      Switch
Switch berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan serta mengatur besar kecilnya temperature di dalam AC mobil.
Terbagi menjadi 4 bagian :
-       Selector switch                                     -    Low Pressure Switch
-       Thermostatic Switch                            -    High Pressure Switch

·      Relay
Relay terdiri dari coil dan beberapa kaki elektroda yang menjadi objek control jalannya arus listrik. Di ujung coil ada plat konduktor yang berfungsi untuk mengatur arus listrik terhadap keperluan control tersebut. Plat konduktor ini bekerja sebagai switching tadi karena adanya efek electromagnet yang terjadi pada coil karena adanya tegangan control yang bekerja pada koil.

·      Motor Blower dan Motor Fan Kondensor
Motor  blower digunakan untuk menggerakkan blower sedangkan motor fan digunakan untuk menggerakkan fan kondensor.

·      Amplifier
Amplifier adalah komponen elektronika yang dipakai untuk menguatkan daya atau tenaga secara umum.

·      Magnetic Clutch coil
Magnetic clutch coil berfungsi mengatur kerja otomatis kerja kompresor. Magnetic clutc coil terdiri dari beberapa bagian yang digabung menjadi satu, yaitu: pully, magnet, center pish dan bearing. Jika sebuah magnetic clutch coil rusak atau hilang fungsi kompresor tidak akan bekerja dan kehilangan daya kompres dan akibatnya AC mobil tidak akan berfungsi.

·      Kabel Penghubung secukupnya
Kabel penghubung digunakan sebagai media untuk menghubungkan dan mengalirkan arus dari komponen sistem AC mobil dengan power supply, sehingga arus bisa mengalir dan pada akhirnya komponen-komponen dapat berjalan sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Ø Langkah Kerja Sistem Kelistrikan AC Mobil:
1.         Lepaskan hubungan sistem ke battery (Accu)
2.         Lakukan pengamatan pada komponen-komponen sistem kelistrikan serta tata letaknya pada perangkat simulasi AC mobil.
3.         Periksa sambungan-sambungan kabel apakah sesuai dengan rangkaian yang benar secara visual atau memakai AVO meter.
4.         Periksa tahanan magnet clutch coil (3,75 ± 0,2 Ω).
5.         Periksa gulungan motor blower dan motor fan kondensor
6.         Yakinkan semua sambungan sesuai dengan rangkaian.
7.         Pasang kembali sambungan ke battery (accu)
8.         Putar selector switch pada posisi ON, dan pindahkan posisi L, M, H sambil mengamati putaran dari motor blower.
9.         Putar ON thermostatic switch sampai posisi maksimum, amati kerja magnetic clutch coil dan motor fan kondensor.
10.     Pengamatan selesai, putar posisi semua saklar ke posisi OFF.
11.     Lepaskan hubungan kabel ke battery (accu).

C.  Pengosongan, Pemvakuman, Penambahan Oli dan Pengisian Refrigeran
§   Pengosongan
Pengosongan dimaksudkan agar di dalam kompresor benar-benar tidak terdapat refrigeran sebelum dilakukan pengisian refrigeran.
§   Pemvakuman
Pemvakuman bertujuan membersihkan kotoran-kotoran di dalam kompresor yang telah bercampur dengan refrigerant. Sehingga pada saat dilakukan pengisian kompresor benar-benar bersih dari kotoran-kotoran sisa dari siklus pendinginan pada lemari es.


Ø Langkah Kerja Pemvakuman
1.      Pasang charge manifold, selang biru pada katup hisap sedang selang kuning pada pompa vakum. Pastikan terpasang dengan baik.
2.      Buka semua katup pada sistem dan katup hisap pada charge manifold, sedang katup merah pada charge manifold ditutup.
3.      Hidupkan pompa vakum
4.      Amati tekanan compound gauge pada charge manifold, hingga menunjukan tekanan vakum 30 inch Hg.
5.      Setelah tercapai, tutup katup charge manifold dan matikan pompa vakum.
6.      Diamkan 30 menit. Bila terjadi kenaikan tekanan, lakukan proses pemvakuman lagi. Bila tidak ada kenaikan tekanan, maka sistem telah siap dilakukan pengisian refrigeran.

§  Penambahan Oli
Langkah ini dilakukan pada tahap akhir dari proses pemvakuman, tujuannya untuk menggantikan oli yang ikut terbawa oleh refrigeran pada saat pengosongan atau oleh komponen apabila dilakukan pergantian komponen yang telah rusak. Oli berfungsi sebagai pelumas piston pada kompresor agar gerakan piston tersebut lancar (tidak aus).
Ø Langkah Kerja Penambahan Oli
1.      Menjelang akhir proses vakum, tutuplah katup Lo dan Hi serta matikan pompa vakum.
2.      Siapkan jumlah oli yang akan ditambahkan ke dalam sistem pada wadah atau takaran oli.
3.      Lepaslah selang sisi Low pressure dari manifold gauge dan pindahkan ke wadah oli yang telah disiapkan (gelas ukur, ember atau mesin 3R).
4.      Hidupkan pompa vakum, kemudian buka katup Hi sedikit saja untuk menghindari oli ikut tersedot keluar (katup Lo tertutup)
5.      Setelah oli habis tutup katup Hi dan matikan pompa vakum
6.      Pasang kembali selang sisi tekanan rendah pada manifold gauge.
7.      Hidupkan pompa vakum dan buka kedua katup Lo dan Hi. Lanjutkan pemvakuman.


§  Pengisian Refrigeran
Pengisian refrigeran bertujuan untuk mengisi refrigeran yang akan disimpan di dalam kompresor. Refrigeran berfungsi sebagai bahan utama pendingin pada sistem refrigerasi di AC mobil. Langkah ini dilakukan setelah sistem divakum dan diyakini tidak bocor.

Ø Langkah kerja Pengisian Refrigeran pada AC Mobil
1.      Sambungkan selang tengah manifold gauge ke tabung refrigeran
2.      Buka katup tabung refrigeran
3.      Kalau manifold gauge ada pentilnya, tekan pentilnya sehingga udara yang terjebak pada selang dapat keluar. Apabila tidak ada pentilnya kendorkan selang tengah pada manifold gauge sampai terdengar suara udara keluar. Selanjutnya kencangkan kembali selang tersebut.
4.      Bukalah katup Lo dan katup Hi tetap tertutup (pengisian dalam wujud gas posisi tabung tegak, dan lewat saluran hisap). Setelah tekanan mencapai kira-kira 4 bar (58,8 psig) tutuplah katup Lo.
5.      Jalankan engine penggerak, kemudian hidupkan AC: putaran blower High dan temperature control maksimum. Buka kembali katup Lo dan isikan refrigeran sampai pada jumlah refrigeran optimal.
6.      Kalau pengisian sudah selesai, tutup katup Lo dan katup tabung refrigeran.
7.      Matikan AC dan engine penggerak
8.      Setelah tekanan stabil lepaskan manifold gauge dari sistem dan tabung refrigeran.
9.      Langkah pengisian refrigeran selesai.










BAB IV
PENUTUP

4.1     Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari praktikum ini, yaitu:
a.       Sistem refrigerasi AC mobil memiliki komponen-komponen yang sangat berperan penting dalam proses sirkulasi refrigeran. Komponen-komponen tersebut terbagi mejadi beberapa bagian yaitu, komponen utama (kompresor, kondensor, evaporator, receiver/dryer, sigh glass, katup ekspansi) dan komponen kelistrikan (selector switch, magnetic clutch coil,dll).
b.      Terdapat tiga proses dalam pengisian refrigeran. Diawali dengan pengosongan, pemvakuman, penambahan oli, pevakuman dan dilanjutkan dengan pengisian refrigeran.

4.2     Saran
a.       Diharapkan pembaca khususnya mahasiswa dapat menjadikan laporan ini sebagai bahan bacaan yang dapat menambah ilmu pengetahuan mengenai sistem refrigerasi pada AC mobil.
b.      Diharapkan pembaca khususnya mahasiswa dapat mengoreksi secara mengkritisi  laporan yang disusun ini. Sehingga dapat dijadikan tolak ukur seberapa jauh tingkat pemahaman mahasiswa mengenai sistem refrigerasi pada AC mobil baik itu komponen dan kelistrikannya.