Selasa, 14 Mei 2013

Laporan Praktik Kerja Plat


KATA PENGANTAR
            Puji syukur penulis panjatkan kepada tuhan yang maha esa. Karena berkat rahmat-Nya laporan ini dapat terselesaikan. Laporan ini disusun dalam rangka untuk memenuhi nilai tambah praktek. Adapun pembuatan laporan ini untuk merangkum hal-hal yang berkaitan dengan kerja plat sehingga dapat menambah pengetahuan kita semua. Dalam penyusunan laporan ini, penulis banyak mendapat bantuan baik moril maupun materil serta saran dan petunjuk dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung yang telah memberikan dukungannya dalam penyusunan laporan ini.
            Saya Anton Kasiron Mahasiswa politeknik Sekayu Jurusan Teknik Pendingin dan Tata Udara mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak dan ibu dosen peambimbing, dalam hal ini adalah Bunda Mardiana dan Bapak Ferry Irawan yang telah mangajarkan pengetahuannya kepada kami para mahasiswa, sehingga kami bisa menyelesaikan tugas kerja plat dengan baik. Akhirnya penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun orang lain yang membacanya dan tentunya laporan ini bisa diterima oleh dosen pembimbing.

                                                                                                                Sekayu,   Juni 2012

                                                           












                                  
LANDASAN TEORI
1.1 
I.DASAR TEORI :
Yang dimaksud pengerjaan plat adalah pengerjaan membentuk dan menyambung logam lembaran (plat) sehingga sesuai dengan bentuk dan ukuran yang sudah direncanakan. Pengerjaan plat dapat dilakukan dengan menggunakan keterampilan tangan, mesin, atau perpaduan dari keduanya, yang meliputi macam-macam pengerjaan, diantaranya adalah menggunting, melukis, melipat, melubangi, meregang, pengawatan, mengalur, menyambung, dan lain-lain.
Dalam melakukan praktek kerja kita harus mengetahui urutan atau langkah-langkah kerja sebagai berikut, antara lain :
1.Pembuatan gambar kerja
2.Melakukan pemotongan plat
3.Menghitung besarnya bending (penekukan)
4.Assembling6. Finished Work (Pengamplasan
1.2  II.TUJUAN :
Setelah menyelesaikan job ini mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan untuk :
1.Membaca gambar kerja
2.Membuat rancangan bukaan
3.Menggambar diatas plat
4.Menggunting plat
5.Membuat sambungan lipat bersudut
6.Membuat sambungan lipat lurus

III.PERALATAN DAN PERLENGKAPANNYA :
1.
2.Penggores
3. Mistar baja
4. Gunting seng
5. Palu plastik
6.Tang
7.Jangka sorong
8.Landasan
9.Palu tukang
Dalam kerja pelat kita memerlukan sejumlah peralatan pendukung untuk menyelesaikan benda kerja yang akan kita bentuk, peralatan tersebut diantaranya adalah:
a. Penggores
Penggores digunakan untuk menggambar bentangan pada permukaan pelat. Penggores yang baik untuk digunakan harus bersudut 250 sampai 300. Macam-macam penggores menurut bentuknya antara lain:
- Penggores sederhana
- Penggores dengan ujung yang dibengkokkan
- Penggores dengan ujung yang dapat diganti-ganti
b. Penitik
Penitik dapat digunakan untuk menitik bagian benda kerja yang akan di bor. Bentuk penitik yang sering digunakan adalah silinder yang dikartel dengan ujung tirus yang bersudut 250 sampai 300.

c. Mistar baja

Mistar baja ini berfungsi untuk mengukur benda kerja yang berukuran pendek, selain itu juga dapat dipakai untuk membimbing penggoresan dalam melukis batangan pada pelat yang digunakan, ukuran panjang dari mistar baja ini bermacam-macam, ada yang berukuran 30 cm, 60 cm, dan 100 cm.
d. Mistar siku

Alat ini digunakan untuk menyiku ketelitian dari benda kerja, ukuran panjangnya 30 cm terbuat dari bahan baja.

e. Gunting pelat
Berfungsi sebagai alat pemotong pelat yang berukuran pendek atau yang sulit dijangkau oleh mesin potong serta untuk memotong pelat yang berbentuk radius atau lingkaran.
g. Kikir

Kikir ini digunakan untuk menghilangkan bagian yang tajam. Pada umumnya pekerjaan yang sederhana akan lebih ekonomis. Kikir terbuat dari baja karon tinggi yang ditempa sesuai dengan panjangnya. Macam-macam kikir antara lain:
a. rata
b. segi empat
c. segi tiga

d. bulat
e. setengah lingkaran
f. bujur sangkar
     g. Gergaji Besi
Gergaji Besi merupakan alat pemotong dan pembuat alur sedehana.  Pada bagian sisi dari daun gergaji tangan tersebut terdapat gigi pemotong yang  dikeraskan.  Bahan dari daun gergaji ini terbuatdari baja perkakas (hSS) dan bahan  tungsten. Sifat dari daun gergaji tangan fleksibel atau melentur dengan maksud  agar tidak mudah patah.


1.3 Mesin-mesin yang digunakan
Selain peralatan pendukung, dalam melakukan kerja pelat juga memerlukan beberapa mesin yang digunakan antara lain:
a. Mesin Potong Hidrocut
Mesin ini digunakan untuk memotong pelat yang akan dikerjakan, mesin ini mampu memotong pelat dengan ketebalan 6 mm serta panjang maksimal 3 meter.
b. Mesin Potong Manual
Mesin ini digunakan untuk memotong pelat dengan ketebalan maksimal 3 mm dan panjang maksimal 1,5 meter.
        C.  Mesin Gerinda Potong
               
Mesin gerinda adalah suatu alat yang berfungsi untuk membentuk, mengasah dan menajamkan alat alat perkakas seperti; pahat, penitik, penggores, jangka tusuk dan sebagainya. 
Cara menggunakan mesin gerinda Langkah persiapan Pasang kaca
pengaman pada gerinda Perhatikan jarak balok bantalan terhadap batu gerinda,
usahakan jarak balok bantalan terhadap batu gerinda sedekat mungkin Periksa
kondisi batu gerinda, apakah masih dapat dipergunakan. Gunakan kaca mata
pengaman dan pakaian kerja selama  mengoperasikan mesin gerinda. Langkah
pengoperasian mesin gerinda Tekan tombol sakelar untuk menyalakan mesin
Posisi badan pada saat bekerja. Kedudukan dan posisi antara pahat dan gerinda
pada waktu diasah / digerinda. Pegang jari-jari dan ibu jari tangan kiri sangat
penting pengaruhnya pada pekerjaan mengasah pahat.





LANGKAH KERJA
2.1 Menggambar Bukaan
Langkah awal kerja pelat adalah menggambar bukaan. Gambar bukaan benda kerja dapat digambar langsung pada pelat yang akan digunakan. Adapun peralatan yang digunakan untuk menggambar bukaan tersebut adalah:
a. Penggores, digunakan untuk menggaris pelat atau menandai sehingga pada pelat terdapat goresan sket bukaan.
b. Mistar siku, digunakan untuk melihat kesikuan dari garis, dan sudut pelat tersebut.
c. Mistar baja, digunakan untuk mengukur, menarik garis, serta sebagai pedoman dalam penggoresan.
d. Roll meter, digunakan untuk mengukur panjang pelat yang tidak memungkinkan diukur dengan mistar.
2.2 Melakukan Pemotongan
Setelah selesai menggambar bukaan pada pelat, langkah selanjutnya adalah melakukan pemotongan menurut garis pada gambar tersebut. Pemotongan dapat dilakukan dengan mesin potong atau dengan menggunakan manual.
Adapun cara pemotongan dengan gunting pelat adalah sebagai berikut:
- Pegang benda kerja dengan tangan kiri, cukup jauh dari bibir gunting.
- Bibir gunting dibuat tegak lurus terhadap benda kerja dan tepat pada garis lukisan.
- Jari manis tangan kanan diletakkan diantara bibir yang terkatub seluruhnya.
- Mengatupkan bibir dengan menekan tangkainya.
- Untuk menggunting bentuk lingkaran atau radius dapat digunakan gunting dengan bibir lengkung kiri/kanan, atau gunting dengan universal.
2.3 Melakukan Pembendingan (penekukan)
Setelah pelat yang kita potong dan kita hitung besar pembandingnya, maka langkah berikutnya adalah penekukan pembendingan. Bending dapat kita lakukan baik secara manual dengan mesin bending dan dengan menggunakan palu (dipukul).
Menghitung besar bending (Penekukan)
Penghitungan besar perbandingan dapat dilakukan dengan mengunakan
rumus = (R+X)
Makin tebal plat yang digunakan yang digunakan maka makin besar penekukan dengan demikian nilai makin besar
Contoh perhitungan :
Diketahui : R = 1 Ditanya : Besar Penekukan
T = 1 mm
X = 0,33 T
= 900
Jawab : = (R+X) 2
360o
= (1+0,33) 2.3,14.
90o
360o
= (1,33) 3,14
2
= 2,08 mm
Perhitungan Penekukan Plat
Dasar Perhitungan Pelat
Luas Penekukan
Sudut Penekukan
2.4 Penyambungan dan Pembentukan
Teknik penyambungan pada kerja pelat dapat dilakukan dalam berbagai cara yaitu:
a. Menyambung dengan sekrup
b. Menyambung dengan lipatan
c. Menyambung dengan paku keeling
d. Menyambung dengan las titik
Penekukan yang diizinkan adalah bagian busur lengkung netral dari luas penekukan.
Sumbu penekukan adalah sumbu garis lurus dimana terjadi pembentukan radius sesuai dengan yang diinginkan. Panjang dari sumbu adalah sama dengan lebar benda kerja pada luas penekukan.
Radius penekukan adalah radius dari busur dalam
Garis penekukan adalah garis imajiner yang dibentuk oleh tangent radius penekukan dengan permukaan bagian dalam.
Sudut penekukan adalah sudut yang dibentuk antara dua posisi ekstrim dari radius penekukan.
Luas penekukan adalah luas yang tercangkup oleh sudut penekukan.
Untuk memperkirakan panjang benda kerja yang akan digunakan adalah suatu cara untuk menentukan panjangnya garis netral secara teoritis ini perlu untuk menghitung penekukan yang diizinkan untuk masing-masing lakukan dan jumlah dari setiap panjang adalah “L” dari masing-masing kaki penekukan, seadainya “L” adalah merupakan panjang dari bukaan plat, maka :
B = L1 +L2 + ?
? = (R + x) 2 ??
360
Dimana x adlah jarak dari permukaan dengan garis netral besarnya berubah-ubah pada perbandingan ketebalan (T) yang ada terhadap radius pelipatan, penekukan dilambang dengan (R) dimana :
R < 2 T X = 0,33 T
R = 2T - 4T X= 0,4 T
R > 4T X = 0,5 T
c. Perhitungan pelat yang diizinkan (?) dengan R = 0
Penyambungan yang kita lakukan ini sekaligus untuk melakukan pembentukan benda yang akan kita buat. Untuk penyambungan dapat dilakukan sesuai dengan keinginan dan keadaan benda kerja tersebut. Untuk penyambungan dari bagian yang tidak akan dibuka lagi dapat menggunakan sambungan dengan lipatan, paku keling, dan las titik dan untuk bagian yang dibuat untuk dibuka dan ditutup dapat menggunakan sambungan sekrup.
2.5 Pengecatan
Pengecatan adalah salah proses akhir dari kerja plat dan pada bagian  ini tidak di perlukan keahlian khusus.bagian ini merupakan salah satu proses yang sangat penting karena pada proses ini merupakan

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pada proses kerja plat selalu gunakan alat keselamatan hal ini menjaga diri anda dan agar kita tidak luka. Pada saat pengerjaan benda kerja harus benar-benar teliti baik pada saat pengukuran maupun pemotongan plat agar pada saat benda kerja dirakit akan mendapatkan kecocokan antara bagian yang satu dan lainnya dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
3.2  Saran
1. Hati-hati dalam penggunaan alat – alat kerja karena sangat berbahaya
2. Selalu perhatikan gambar atau petunjuk pada saat pengerjaan
3. Bekerjalah dengan sungguh - sungguh
4.
Mintalah bantuan pada instruktur apabila ada yang tidak dimengerti









DAFTER ISI
Kata Pengantar...........................................................................................................
Daftar Iai...................................................................................................................
Pendahuluan..............................................................................................................
Landasan Teori..........................................................................................................
1.1  Pengertian Teknik Kerja Plat...............................................................................
1.2  Peralatan yang Digunakan....................................................................................
1.3  Mesin-mesin yang Digunakan..............................................................................
LANGKAH KERJA............................................................................................
2.1 Mengambar Bukaan.......................................................................................
2.2 Melakukan Pemotongan................................................................................
2.3 Melakukan Pembendingan (Penekunan).......................................................
2.4 Penyambungan dan Pembentukan................................................................
2.5 Pengecetan.....................................................................................................
Penutup.................................................................................................................
3.1 Kesimpulan....................................................................................................
3.2Saran..............................................................................................................