Selasa, 17 Desember 2013

Contoh Laporan Praktikum Pembuatan Rak Sepatu ( Lab. Teknik Mesin )

LAPORAN PEMBUATAN RAK SEPATU
LOGO POLSKY.jpg

Anton Kasiron
Nim                                  : 25012 – 21405 – 11 – 005
Jurusan                          : Teknik Pendingin dan Tata Udara
Smester                : III (Tiga)

YAYASAN MUBA SEJAHTERA
POLITEKNIK SEKAYU
Jl.Kolonel Wahid Udin Lingkungan 1Kayuara Sekayu 30711
2012 / 2013





KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan laporan ini tepat waktu.Laporan ini saya buat untuk melengkapi tugas Mata Kuliah Teknik Mekanik , selain itu laporan ini juga bertujuan supaya pembaca dapat mengetahui dan memahami secara jelas mengenai Pembuatan rak sepatu.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini tidak mungkin dapat terselesaikan dengan baik tanpa adanya dorongan dan bimbingan dari beberapa pihak. Ucapan terimakasih kepada:1. Ahmad Junaidi,ST.,MT. Selaku dosen pembimbing Mata Kuliah Teknik Mekanik .2. Seluruh pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini.Demikian makalah ini saya susun, semoga dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya. Saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan demi kasempurnaan makalah ini.




Sekayu, 29 Januari 2013




  Penulis




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................................   
DAFTAR ISI...............................................................................................................................
BAB I       PENDAHULUAN
                   1.1  Latar Belakan....................................................................................................
                   1.2  Tujuan Pengamatan..........................................................................................
                   1.3   Manfaat Pengamatan.......................................................................................

BAB II      CARA KERJA DAN KOMPONEN AC CHILLER
                   2.1  Cara Kerja AC Chiller......................................................................................
                   2.2   Komponen Utama AC Chiller.........................................................................

BAB III     KESIMPULAN DAN SARAN
                   3.1 Kesimpulan ......................................................................................................
                   3.2 Saran..................................................................................................................
I
II
1
1
1
1

2
2
3

6
6
6









 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
             Di dunia ini kerapian sangat diperlukan agar dimana mata memandang terasa nyaman ,selain itu kerapian sangat membantu kita dalam mendapatkan barang yang kita simpan ,kerapian dapat meliputi kerapian dalam berpakaian, kerapian dalam menyusun sesuatu dan lainnya .Yang dikatakan rapi jika sesuatu itu baik ,teratur, dan bersih. Salah satu contoh agar  sepatu atau sandal tertata rapi yaitu diperlukan adalah rak sepatu/sandal. Rak sepatu/sandal sangat diperlukan karena agar sepatu/sandal yang telah digunakan dapat tersusun dengan baik dan ketika akan digunakan lagi dapat segera dipakai.
1.2 Tujuan Penulisan
             Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah :
a.       Mengetahui bagaimana cara membuat rak sepatu
b.      Mampu menggunakan alat-alat seperti alat pemotong besi behel dan alat  pembengkok.
c.       Mampu menggunakan las listrik dengan baik.
1.3 Manfaat Penulisan
             Hasil dari penulisan ini diharapkan  dapat memberikan manfaat kepada semua pihak.baik mahasiswa itu sendiri maupun pada masyarakat pada umumnya. Manfaat lain dari laporan ini adalah dengan adanya penulisan ini diharapkan dapat menjadi acuan dididalam kegiatan pembuatan rak sepatu.







BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian
             Las busur listrik adalah termasuk suatu proses penyambungan logam dengan menggunakan tanaga listrik sebagai sumber panas. Jenis sambungan las dengan las busur listrik ini adalah merupakan sambungan tetap/permanen. Ada dua macam mesin las, yaitu mesin las DC (direct current - mesin las arus searah) dan mesin las AC (alternating current - mesin las arus bolak-balik). Disini mesin yang akan dipergunakan adalah mesin las AC. Mesin las listrik dapat mengalirkan arus listrik yang cukup besar tetapi dengan tegangan yang aman yaitu kurang dari 45 volt, jadi tidak terlalu berpengarung besar/fatal jika kita tersetrum.
       Perlengkapan las yang terutama untuk melakukan pengerjaan pengelasan adalah sebagai berikut : 
 1. Pembangkit listrik
       Pada praktikum ini arus yang digunakan adalah arus AC. Pesawat arus bolak-balik pada dasarnya merupakan suatu transformator “step-down” yang dapat mengubah tegangan arus listrik misalnya listrik permulaan (120 atau 220 Volt) menjadi tegangan kecil yang menghasilkan arus besar yang sesuai untuk pekerjaan mengelas.
2. Pemegang elektroda
      Perlengkapan ini berfungsi untuk menjepit atau memegang elektroda. Alat ini harus memenuhi syarat diantaranya tidak mudah panas, ringan, dan isolator cukup aman bagi sipemakai.
 3. Penjepit masa
       Bagian logam yang akan di las berfungsi sebagai kutub negatif (masa). Alat ini dapat langsung dijepitkan pada logam yang akan dikerjakan atau dapat juga dijepitkan pada meja kerja (meja besi). Kontak dengan masa ini harus baik agar diperoleh hasil pekerjaan yang baik pula. Kontak yang tidak baik akan menimbulkan panas yang berarti penggunaan tanaga untuk menghasilkan bunga api yang sesuai.
 4. Topeng las
       Seperti telah dikemukakan bahwa bunga api las menghasilkan jenis-jenis sinar berbahaya terutama mata dan kulit. Oleh karena itu diperlukan alat pelindung khusus yang berupa kaca mata hitam yang terpasang pada helm/topeng muka.
5. Elektroda
       Elektroda atau kawat las tersedia dalam ukuran standar, baik dimensi ataupun jenis bahanya. Pada prisipnya jenis bahan elektroda hampir serupa dengan bahan logam yang akan di las beberapa macam elektroda untuk penggunaan khusus misalnya untuk lapisan permukaan, las tembaga dan paduan tembaga, alumunium, besi tuang, mangan, paduan nikel dan baja nikel – mangan. Dalam mengelas posisi elektroda harus tegak lurus dan miring 700-800 untuk menghasilkan alur lasan yang baik.
6. Meja las
       Meja las sebagai tempat penjepit masa dan tempat benda kerja yang akan dilas untuk lebih memudahkan dalam posisi mengelas. 
7. Lain-lain
       Perlengkapan tambahan yang diperlukan ialah palu las, alat ini berguna untuk melepaskan kerak pada permukaan yang di las. Tang, untuk memegang benda kerja setelah dilas. Sikat kawat, utuk membersihkan sisa terak
2.2 Keselamatan Kerja
Untuk menghindari kecelakaan kerja prosedur keselamatan kerja perlu dilaksanakan antara lain sebagai berikut ;

1.      Gunakan sepatu saat pelaksanaan praktikum.
2.      Gunakan topeng las saat mengelas.
3.      Hindari kontak/hubungan singkat antara kabel terminal mesin las dalam
          jangka waktu yg cukup lama.
4.      Gunakan sarung tangan/tang saat akan mengangkat atau memegang benda  
          kerja yang baru dilas.
5.      Jangan bercanda saat praktikum.







BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Alat dan bahan :
             - Besi behel
                           - Panjang 70 cm = 16 buah
                           - Panjang 30 cm = 4 buah
                           - Panjang 50 cm = 2 buah
             - Mesin Pemotong ( Saw Machine)
             - Las Listrik (seperangkat)
             - Alat Pembengkok
             - Sikat
             - Tang
3.2 Gambar Benda :
                           

            
3.3 Langkah Kerja
1. Potong besi behel dengan ukuran pajang 70 cm sebanyak 2 buah dan potong besi behel dengan ukuran panjang 30 cm sebanyak 1 buah kemudian dilas seperti gambar disamping.
2. Lakukan hal serupa seperti langkah pertama.
         
3. Potong besi behel dengan ukuran panjang 70 cm sebanyak 6 buah dan kemudian disambungkan dengan cara dilas seperti gambar disamping.
4. Potong besi behel dengan ukuran 30 cm sebanyak 2 dengan jarak dari kaki behel 40 cm. Dapat dilihat seperti gambar disamping.
5. Potong besi behel dengan ukuran panjang 70 cm sebanyak 6 buah dan kemudian disambungkan dengan cara dilas seperti gambar disamping.
6. Potong besi behel dengan ukuran 50 cm sebanyak 2 buah , kemudian masing-masing behel tersebut dilekukkan dengan menggunakan alat penekuk atau alat pembengkok. Dapat dilihat seperti gambar disamping.
7. Sambungkan kedua behel tersebut dengan menggunakan las listrik .seperti gambar disamping






                                                           BAB IV      
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
             Dengan melakukan praktik las listrik beserta dibuatnya suatu benda kerja yang pada saat praktikum membuat rak sepatu ,diharapkan agar praktikan dapat melaksanakan kegiatan praktik dengan sabar, teliti , bertanggung jawab serta mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh instruktur hal ini bertujuan agar sesuatu yang tidak diinginkan tidak dapat terjadi . kecelakaan kerja tidak akan terjadi jika praktikan mematuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan kecuali atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.
4.2 Saran
             Kepada seluruh teman-teman kita harus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan di bengkel kerja, dan marilah bersama kita menjaga kebersihan bengkel kerja kita agar kita dapat bekerja dengan dengan baik.

2 komentar: