Kamis, 20 Desember 2012


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dalam perkembangan teknologi dan kemajuan zaman menuntut adanya sumber daya manusia yang handal dan siap pakai  dan siap diterjunkan dimana saja sehinggah perlu adanya wadah pendididkan formal yang menciptakan tenaga yang handal dan trampil
Pendidikan saat ini dilaksanakan dalam perwujudan dan perkembangan teknologi tepat guna sesuai dengan kebutuhan era globalisai, oleh karna itu pendidikan sekarang difokuskan pada pendidikan professional di lapangan maupun di bengkel.
1
       Teknik Kerja Bangku adalah teknik dasar yang harus dikuasai olehseseorang dalam mengerjakan kerja bangku didalam dunia teknik  permesinan sebagai dasar untuk materi teknik pemesinan pada tingkatselanjutnya. Pekerjaan kerja bangku meliputi berbagai jenis kontruksi geometris yang sesuai dengan perintah kerja.Persyaratan kualitas terletak kepada pemahaman seseorang dalam praktek kerja bangku dan pelaksanaannya di tempat kerja yang meliputi : tingkat ketrampilan dasar penguasaaan alat tangan, tingkat kesulitan produk yang dibuat, dan tingkat kepresisian hasil kerja. Kerja bangku tidak hanya menitik beratkan pada pencaapaian hasil kerja, tetapi juga pada prosesnya.Dimana pada proses tersebut lebih menitik beratkan pada etos kerja yang meliputi ketekunan, disiplin, ketahanan, serta teknik sebagai dasar sebelum melanjutkan ke pengerjaan yang menggunakan mesin - mesin produksi.




1.2  Tujuan Penulisan dan manfaat
Adapun tujuan penulisan  makalah ini adalah :
a.       Dapat memahami dan mengerti arti dari kerja bangku.
b.      Dapat menggunakan mesin dan peralatan yang ada pada kerja bangku.
c.       Dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku pada praktek sesi kerja bangku.
d.      Dapat menerapkan dan mengembangkan teori saat praktek
e.       Untuk mempermudah mahasiswa yang ingin belajar tentang teknik kerja bangku dan cara pembuatan Palu
f.       Mampu untuk membuat Palu
g.      Mampu mengebor dengan baik dan benar
h.      Mampu menggergaji dengan baik dan benar


2.1 Pengertian Palu

            Palu atau Martil adalah alat yang digunakan untuk memberikan tumbukan kepada benda. Palu umum digunakan untuk memaku, memperbaiki suatu benda, penempaan logam dan menghancurkan suatu obyek. Palu dirancang untuk tujuan tertentu dengan variasi dalam bentuk dan struktur. Bentuk umum palu terdiri dari gagang palu dan kepala palu, dengan sebagian besar berat berada di kepala palu. Desain dasar palu agar mudah digunakan, tetapi ada juga model palu mekanis yang dioperasikan untuk keperluan yang lebih besar. Palu besar dalam Bahasa Indonesiadisebut dengan godam.
Palu mungkin adalah peralatan paling tua yang masih diketahui keberadaannya. Palu dari batu diketahui telah digunakan sejak tahun 2.600.000 Sebelum Masehi. Palu adalah peralatan dasar untuk banyak profesi. Sebagai analogi, palu juga digunakan sebagai perangkat yang didesain untuk memberikan tumbukan, contoh dalam mekanisme pelontar peluru pada pistol.




2.3  Macam- Macam Alat Pendukung

a.       Ragum
b.      Kikir
c.       Gergaji
d.      Kongkol Penggores
e.       Mistar Siku
f.       Penitik
g.      Penggores
h.      Jangka Pegas
i.        Cap (stamping)
      J.   Mall Palu


2.4 Bahan Yang diperlukan dalam pembuatan palu:
Bahan matrial ST 37 dengan ukuran 37 dengan ukuran 30*30*108

Funsi Alat-alat yang digunakan:
1.Ragum
Ragum adalah alat yang digunakan untuk menjepit suatu benda kerja waktu mekanik seperti mengikir,memehat,menggergaji,Dll, yang harus dikerjakan
2.Kikir
Kikir adalah suatu alat yang digunakan untuk mengurangi ketebalan benda dan meratakan permukaan benda.
Macam-macam kikir
Kikir Rata
KIkir segi empat
Kikir segi tiga
Kikir bulat
Kikir setengah lingkaran
Kikir bujur Sangkar
3.Gergaji Tangan adalah alat yang digunakan untuk memotong benda kerja. Daun gergaji dibuat dari baja bermutu tinggi yang sangat keras, sehingga ketajaman gerigi tidak selalu diruncingkan kembali. Untuk mengetahui spesifikasi gergaji, dapat dilihat pada daun gergaji di dekat tangkai pegangan, yang menyebutkan jumlah gigi per inchi
4.Kongkol Penggures
Adalah alat yang asal mulanya pengembangan dari jangka sorong dan cara penggunaanya sama dengan jangka sorong.kongkol penggores juga dapat untuk menggores pada benda kerja.
5.Mistar siku
Adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur kesikuan atau jerataan suatu benda kerja ynag akan dikerjakan.
6.Penitik
Adalah alat yang digunakan untuk member tanda pada benda kerja pada saat akan dib or.penitik yang sering digunakan adalah penitik selenid yang kartel dengan ujung tifus yang bersudut 25 -30 drajat.
7.penggores
Adalah suatu alat yang digunakan member tanda yang berupa goresan pada benda kerja yang akan dikerjakan.
Macam-macam penggores
Penggores Sederhana
Penggores dengan Ujung Bengkok
Penggores Dengan Ujungnya Yang Dapat diganti
8.Jangka Pegas
Adalah alat yang digunakan untuk membuat goresan berupa Lingkaran,jangka pegas terdiri dari sepasang kaki dari baja yang disatukan oleh baut ditambah dengan pegas.
9.Stamping
Adalah ala yang digunakan untuk memberikan tanda yang berupa huruf atau angka pada benda kerja yang telah dikerjakan
Macam-macam stamping
1.      Stamping Nomer
2.      Stamping Angka
3.      Stamping Symbol
10.Mal palu
Adalah alat yang digunakan untuk mengukur lingkaran (lobang pada palu)
                 11.Mesin Bor
                   Adalah alat yang digunakan Untuk Melobangi Palu
                
                  Macam-macam Mata bor yang digunakan :
                
                 : 03,05,010,011    
                  



BAB III
               PROSEDUR KEGIATAN
3.2 DESAIN BENDA KERJA
                                                            Gambar 3.1
                                                        Desain Gambar


                                                           










a.Ukuran

Palu  yang dibuat dengan ukuran :

Ø  Palu
Panjang :13  cm
Tebal :2.8 cm


       3.3.CARA KERJA

1.      Proses Pembuatan Palu­
Berikut ini merupakan proses kerja pembuatan palu yang terbuat dari besi pada bagian kepala dan alumunium pada bagian gagang:
a.       Bahan dan alat yang akan digunakan disediakan terlebih dahulu yaitu, bahan: besi dan alumunium dan alat: penggaris, pensil, ragum, gergaji, kikir dan mesin bubut.
b.      Proses pertama yaitu mengukur besi dan alumunium dengan penggaris. Besi berukuran 82 mm dan lebar 19 mm sedangkan alumunium berukuran panjang 180 mm dan diameter 25 mm.
c.       Benda kerja (besi dan alumunium) yang telah diukur ditandai dengan pensil pada ukuran panjang 60 mm untuk besi dan 159 mm untuk alumunium. Setelah itu dipotong dengan menggunakan gergaji sesuai ukurannya masing-masing.
d.      Selanjutnya benda kerja yang telah dipotong sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan (sekarang ukuran besi, panjang 60 mm dan lebar 19 mm, alumunium panjang 159 mm dan diameter tetap 25 mm)
e.       Setelah itu dilakukan penghalusan manual dengan menggunakan kikir untuk besi dan menggunakan mesin bubut untuk menghaluskan permukaan luar pada alumunium.
f.       Besi yang sudah dihaluskan di potong lagi dengan gergaji dari ukuran panjang 60 mm menjadi 57 mm sedangkan untuk ukuran lebar besi tetap. Pada bagian siku besi dengan kemiringan 20 derajat diambil 10 mm dari lebar besi dan 20 mm dari panjang besi, tandai dengan pensil dan dilakukan pemotongan dengan gergaji
g.      Dikarenakan ada bidang besi yang kurang sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan maka untuk meratakan bidang yang kurang sesuai digunakan mesin sekrap. Sekarang ukuran besi sudah rata seperti yang telah ditentukan.
h.      Sama halnya dengan besi, alumunium juga mengalami proses pemotongan tetapi menggunakan alat yang berbeda, bilamana besi dipotong dengan menggunakan gergaji , alumunium di potong atau dikurangi ukurannya dari panjang 159 mm menjadi 151 mm menggunakan mesin bubut dengan cara membubut luar. Sedangkan ukuran diameter dari alumunium tetap 25 mm.
i.        Kemudian proses selanjutnya besi akan dibor menggunakan mesin bor. Pada besi di lubangi bagian tengahnya dengan ukuran diameter 15 mm. Pada alumunium dilakukan pembubutan luar menggunakan mesin bubut dibagian diameter alumunium yang mulanya 19 mm menjadi 15 mm dan pada bagian kedalaman (lebar) alumunium di bubut luar sebanyak 10 mm mengikuti alur dari diameter alumunium.
j.        Pada besi akan dilanjutkan proses pelubangannya dengan mesin bor, ukuran diameter dari besi dib or lagi 3 mm sehingga menjadi 12 mm dari ukuran pada proses sebelumnya. Setelah proses pelubangan selesai besi dikikir agar permukaan luar halus dan bersih dari bercak noda yang didapat selama pengerjaan.
k.      Kemudian pada alumunium dilakukan pembubutan lagi sehingga ukuran bagian atas alumunium menjadi lebih dalam diambil dari ukuran 30 mm pada bagian atas sisi tegak lurus dari bagian lainnya sebesar 10 mm.
l.        Setelah ukuran sesuai pada bagian atas gagang palu (alumunium) akan di buat ulir menggunakan gagang tab dengan ukuran M 11. Pada kepala palu (besi) juga akan dibuat ulir menggunakan mata bor bermata ulir sesuai bagian atas ukuran mata bor ulir M 11 .
m.    Ukuran telah sesuai yang berarti pengerjaan produk palu telah selesai tahap proses kerjanya. Pasangkan kepala palu (besi) dengan gagang Palu (alumunium) dengan mempertemukan bagian yang telah di ulir sehingga kedua bagian tersebut bersatu menjadi sebuah palu.
n.   Proses pengerjaan akhir telah selesai namun ternyata pada saat menggabungkan kedua bagian palu antara kepala dan gagang terdapat ukuran yang lebih dari panjang bagian atas gagang palu. Untuk mengurangi ukuran ini maka kedua bagian palu tersebut dipisahkan lagi, untuk bagian yang terlalu panjang di bubut dengan bubut dalam menggunakan mesin bubut. Sekarang ukurannya telah sesuai, kemudian dilakukan pembuatan tirus pada bagian bawah ulir gagang palu dengan menggunakan mesin bubut yang di setting untuk membuat tirus. Proses akhir selesai, kedua bagian yang telah selesai pengerjaannya dan sesuai ukuran di amplas agar halus. Kemudian setelah itu kedua bagian palu tersebut di pasangkan kembali lalu di warnai krom. Ini menandai bahwa semua proses pembuatan produk palu telah selesai.




                                                            BAB IV
             HASIL
4.1 Bentuk Palu









BAB V
PENUTUP

4.1.Kesimpulan

        Dalam membuat palu ini tidak terlepas dari kesalahan dalam memotong.mengikir.membuat pola.mengebor..hal ini dapat menjadi motivasi supaya kita bisa meningkatkan skil kita dan melatih kesabaran kita dalam membuat suatu benda kerja
      Pada pembuatan palu dibutuhkan kesabaran dan ketelitian. Salain itu penguasaan alat-alat dan mesin pembuatannya sangat diperlukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam proses pembuatannya sehingga memberikan hasil yang baik
       Hal yang kita tidak boleh lupakan adalah keselamatn kerja kita.dengan mematuhi dan memakai peralatan safty kita dapat meminimalisir kecelakaan kerja yang dapat terjadi..

4.2 Saran

            Hal yang cukup penting untuk diperhatikan adalah dengan menjaga kebersihan keselamatan alat-alat.Bengkel maupun alat kerja.antara lain :
a.       membersikan alat kerja dari sisa-sisa bekas praktek
b.      Matikan mesin jika tidak sedang dipakai.
Pencegahan terhadap kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan mengembangkan kebiasaan bekerja yang aman dengan memperhatikan sikap sendiri.jangan bermain main pada saat bekerja dan selalu mematuhi peraturan yang ada.




DAFTAR ISI


Halaman

HALAMAN JUDUL.........................................................................................    i

DAFTAR ISI .....................................................................................................    ii

KATA PENGANTAR......................................................................................  iii



BAB I   PENDAHULUAN

              1.1.    Latar Belakang.............................................................................    1
              1.2.   Tujuan Penulisan...........................................................................    1
              1.3      Manfaat Penulisan ......................................................................    1

BAB II  LANDASAN TEORI

             2.1      Pengertian palu............................................................................    2
             2.2    Macam-macam Alat Pendukung...............................................2
             2.3      Bahan yang diperlukan dalam pembuatan palu...........................    2

BAB III          PROSEDUR KEGIATAN

                  3.1    Desain benda kerja....................................................................    3
                  3.2    Cara kerja............................................................. ....................    3

BAB IHASIL

                  4.1    gambar palu ..............................................................................    4

BAB PENUTUP

                  5.1    Kesimpulan  ....................................................................   5
                  5.2    Saran .............................................................................   5
                       
           





KATA PENGANTAR

      Puji syukur penulis  panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapatl menyelesaikan Makalah ini dengan baik,lancar,tepat waktu,dan sesuai seagaimana mestinya. Penulis menyusun makalah ini sesuai dengan penyusunan makalah dan disusun dengan sesederhana mungkin agar pembaca mudah dalam memehaminya.
     Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai langkah untuk lebih mudah dalam memahami tentang metodhe Pembuatan Palu , Penulis menyadari masih banyak kekurangan ataupun kesalahan baik yang materi maupun sistematik penulisanya. Untuk itu kritik dan saran yang mendukung sangat penulis harapkan demi perbaikan kesempurnaan laporan ini.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada:
     1.kepada kedua orang tua saya yang selalu memberi do;a dan dukunganya
     2.kepada bapak Murjaya, S.T.,M.T., sebagai dosen pembimbing
     3.kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian tugas ini.
Akhir kata penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan pembaca pada umumnya.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sungai Lilin,  November 2012                       
           



MAKALAH TEKNIK PEMBUATAN PALU



Di Susun Oleh : Anton Kasiron
NIM : 25012.21405.11.005



Dosen Pembimbing :
Ahmad Junaidi, S.T, M.T



TEKNIK PENDINGIN DAN TATA UDARA
POLITEKNIK SEKAYU
TAHUN AJARAN 2012/2013

Minggu, 09 Desember 2012

Metode Belajar


                                                                                  BAB I
                                                                        PENDAHULUAN
  A. Latar Belakang
  Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara guru dengan peserta didik dalam suatu pengajaran untuk mewujudkan tujuan yang ditetapkan berbagai pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran agama islam harus dijabarkan kedalam metode pembelajaran PAI yang bersifat procedural.
  Namun permasalan sering kali dijumpai dalam pengajaran terutama pengajaran. Agama islam adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada peserta didik secara baik, sehingga dipeoleh hasil yang efektif dan efesien serta sering ditemukan murangnya pemahaman pengajar terhadap penerapan metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan materi.
  Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas tentang metode Tanya jawab dan apa-apa yang terkandung didalamnya beserta penerapannya yang mana metode ini merupaka salah satu metode yang bisa diapaki untuk mewujudkan tujuan tersebut.
  B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dan tujuan metode Tanya jawab dalam pembelajaran PAI?
2. Adakah tehnik yang digunakan guru dalam metode Tanya jawab dalam pembelajaran PAI?
3. Apa keunggulan dan kekurangan metode Tanya jawab dalam pembelajaran PAI?
4. Bagaimana analisis metode Tanya jawab dalam pembelajaran PAI?
                                                                      BAB II
                                                              PEMBAHASAN
    Pengertian Dan Tujuan Metode Tanya Jawab
  Metode tanya jawab adalah penyampaian pelajaran dengan jalan guru mengajukan pertanyaan dan murid menjawab, atau bisa juga suatu metode di dalam pendidikan di mana guru bertanyan sedang murid menjawab bahan atau materi yang ingin di perlehnya.
Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam menerapkan metode ini adalah :
  Guru harus benar-benar menguasai bahan pelajaran, termasuk semua jawaban yang mungkin akan di dengarkannya dari murid atas suatu pertanyaan yang di ajukannya.
  Guru harus sudah mempersiapkan semua pertanyaan yang di ajukan olehnya kepada murid dengan cepat.
  Pertanyaan-pertanyaan harus jelas dan singkat ini harus di perhatikan, sebab pertanyaan-pertanyaan harus di ajukan secara lisan.
Susunlah pertanyaan dalam bahasa yang mudah di pahami murid.
Guru harus mengarahkan pertanyaan pada seluruh kelas.
  Berikan waktu yang cukup untuk memikirkan jawaban pertanyaan, sehingga murid dapat merumuskannya dengan sistematis.
  Tanya jawab harus di lakukan dengan suasana yang tenang dan bukan dalam suasana yang tegang yang penuh dengan persaingan yang tidak sehat di antara anak didik.
  Agar sebanyak-banyaknya murid memperoleh giliran menjawab pertanyaan dan jika seseorang tidak dapat menjawab segera, giliran di berikan kepada murid yang lain.
Usahakan selalu agar setiap pertanyaan hanya berisi satu problem saja.
  Pertanyaan harus di bedakan dalam golongan pertanyaan pikiran dan pertanyaan reproduksi atau pertanyaan yang meminta pendapat dan hanya fakta-fakta.
  Dengan menggunakan tanya jawab ini guru pendidikan agama Islam dapat memberikan motivasi atau stimulus kepada siswa untuk dapat berpartisipasi aktif dalam belajar yaitu guru memberikan pertanyaan kepada siswa dan siswa menjawab pertanyaan tersebut, atas arahan dari guru baik di lakukan pada waktu apersepsi selingan maupun waktu berakhirnya kegiatan belajar mengajar. Selain dari pada itu tanya jawab bisa di lakukan pada waktu guru belum menjumpai materi pelajaran yang akan di sampaikan kepada siswa.
Metode Tanya jawab dilakukan :
1) Sebagai ulangan pelajran yang telah diberikan.
2) Sebagai selingan dalam pembicaraan.
3) Untuk merangsang anak didik agar perhatiannya tercurah kepada masalah yang sedang dibicarakan.
4) Untuk mengarahkan proses berfikir.
Proses Tanya jawab terjadi apabila ada ketidak tahuan atau ketidak fahaman peserta didik akan suatu peristiwa, adapun tujuan dari metode Tanya jawab sebagai berikut:
1) Mengecek dan mengetahui sampai sejauh mana kemampuan anak didik terhadap pelajaran yang dikuasai.
2) Membri kesempatan kepada anak didik untuk mengajukan pertanyaan kepada guru tentang suatu masalah yang belum difahami.
3) Memotivasi dan menimbulkan kompetensi belajar.
4) Melatih anak didik untuk berfikir dan berbicara secara sitematis berdasarkan pemikiran yang orisinil.
  B. Tehnik Dalam Metode Tanya Jawab
  Dalam setiap metode yang ada dalam pembelajaran pasti diperlukan tehnik agar pembelajaran bisa berjalan secara baik, berikut ini berbagai tehnik yang digunakan gfuru dalam mengajukan pertanyaan :
1) The Mixe Strategy yakni mengkombinasikan berbagai tipe dan jenis pertanyaan.
2) The Speaks Strategy yakni menggunakan pertanyaan yang saling bertalian satu sama lain.
3) The Pleteaus Strategy yakni mengajukan pertanyaan yang sama jenisnya terhadap sejumlah siswa sebelum beralih kepada jenis pertanyaan yang lain.
4) The Inductive Strategy yakni dengan berbagai pertanyaan siswa didorong untuk menarik     generalisasi dari hal-hal khusus ke hal-hal yang umum atau berbagai fakta menuju hukum-hukum.
5) The Deductive Strategy yakni Generalisasi yang dijadikan sebagai titik tolak, siswa diharapkan dapat menyatakan pendapatnya tentang berbagai kasus atau data yang ditanyakan.
Pertanyaan yang baik memiliki ciri-ciri
1) Pertanyaan hendaknya bersifat mengajak atau merangsang siswa untuk berfikir.
2) Kata-kata yang dipergunakan harus jelas sehingga tidak ada kata atau istilah yang tidak difahami siswa.
3) Pertanyaan itu harus mengandung satu penafsiran.
4) Kalimat pertanyaan hendaknya singkat.
5) Setiap pertanyaan hendaknya mengandung satu masalah.
6) Pertanyaan harus sesuai dengan taraf kecerdasan atau pengalaman siswa.
C. Keunggulan Dan Kekurangan Metode Tanya Jawab
  Suatu metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar sudah barang tentu mempunyai keunggulan dan kekurangan, begitupun dengan metode Tanya jawab. Berikut keunggulan dan kekurangan metode Tanya jawab :
a. Keunggulan metode Tanya
1) Kelas akan hidup karena anak didik aktif berfikir dan menyampaikan pikiran melalui berbicara.
2) Beik sekali untuk melatih anak didik agar berani mengemukakan pendapatnya.
3) Akan membawa kelas kedala suasana diskusi.
b. Kekurangan metode diskusi
1) Apabila terjadi perbedaan pendapat akan memkana waktu untuk menyelesaikannya.
2) Kemungkinan akan terjadi penyimpangan perhatian pelajar terutama apabila jawaban yang kebetulan menarik perhatian tetapi buka sasaran atau materi yang dituju.
3) Dapat menghambat cara berfikir apabila guru kurang pandai dalam penyajian materi.
D. Analisis Metode Tanya Jawab Dalam Pelajaran PAI
  Metode Tanya jawab dimaksudkan untuk merangsang, untuk berfikir dan membimbing perserta didik dalam mencapai kebenaran, memberikan pengertian kepada seseorang dan memancingnya dengan umpan pertanyaan. Metode ini seringkali digunakan pada zaman nabi dengan para sahabat[4].
  Metode Tanya jawab juga bisa membantu kekurangan-kekurangan yang ada pada metode ceramah yang disebabkan kurangnya perhatian peserta didik pada metode ceramah dan biasanya pserta didik akan lebih hati-hati terhadap pelajaran yang menggunakan metode Tanya jawab sebab peserta didik tahu sewaktu-waktu guru akan bertanya.
  Metode Tanya jawab hanya dapat dipakai oleh guru secara umum untuk menetapkan perkiraan apakah anak didik yang mendapat giliran pertanyaan sudah memahami pelajaran yang diberikan dan metode ini tidak dapat digunakan sebagai ukuran untuk menetapkan kadar pengetahuan anak didik dalam suatu kelas karena metode ini tidak memberi kesempatan yang sama pada setiap murid untuk menjawab pertanyaan.
                                                                           
                                                     
                                                                 BAB III
                                                               PENUTUP
  A. Kesimpulan
  Dari penjelasan diatas dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1) Metode Tanya jawab adalah suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dimana guru bertanya dan murid menjawab bahan materi yang diperolehnya. Adapun tujuan metode Tanya jawab yakni untuk mengetahui seberapa jauh kefahaman siswa terhadap materi, membri kesempatan siswa bertanya apa yang belum difahami, memotivasi siswa dan melatih anak berfikir berbicara secara sistematis berdasarkan pemikiran yang orisinil.
2) Adapun tehnik Tanya jawab :
a. The Mixe Strategy
b. The Speaks Strategy
c. The Pleteaus Strategy
d. The Inductive Strategy
e. The Deductive Strategy
3) Keunggulan metode Tanya jawab
a. Kelas akan menjadi lebih hidup.
b. Baik untuk melatih anak didik untuk berani mengemukakan pendapat.
c. Akan membawa kelas kesuasana diskusi
4) Kekurangan metode Tanya jawab
a. Bila terjadi perbedaan pendapat akan menghabiskan banyak waktu.
b. Kemungkinan akan terjadi penyimpangan perhatian pelajar.
c. Dapat menghambat cara berfikir.
5) Metode Tanya jawab digunakan sebagai pelengkap metode ceramah metode ini dapat dipakai sebagai tolak ukur secara umum dan tidak keseluruhan.

  B. Saran
  Alhamdulillah kami dapt menyelesaikan makalah kami, dan kami sadar begitu banyak kekurangan dan kekhilafan kami, oleh karena itu kritik dan saran dari temen-temen dan bapak dosen khususnya kami harapkan semoga makalah ini bermanfaat. Amiin…..
  DAFTAR PUSTAKA
  Usman, Basyiruddin. 2002. Motodologi Pembelajaran Agama Islam. Jakarta Selatan : Ciputat Press.
  Abu, Ahmadi dan Prasetyo. 2005. SGM Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia.
  Majid, Abdul Majid. 2008. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan standar Kompetensi Guru. Bandung : Rosda Karya.
  Dradjat, Zakiah Dradjat, dkk. 2004. Metode KhususPengajaran Agama Islam. Jakarta : Bumi Aksara.













DAFTAR ISI


Halaman

HALAMAN JUDUL.........................................................................................    i

DAFTAR ISI .....................................................................................................    ii

KATA PENGANTAR......................................................................................    iii



BAB I   PENDAHULUAN

                  1.1.    Latar Belakang.................................................................................     1
                  1.2.   Rumusan Masalah............................................................................     1

BAB II  PEMBAHASAN

                        2.1 Pengertian  Dan Tujuan Metode Tanya Jawab.................................     2
                        2.3      Tehnik Dalam Metode Tanya Jawab.............................................     2
                      2.4   Keunggulan Dan Kekurangan Metode Tanya Jawab..........................  2

BAB III          PENUTUP

                        3.2 Kesimpulan......................................................................................3
                      3.3    Saran................................................................................................3
                               
DAFTAR PUSTAKA




KATA PENGANTAR

      Puji syukur penulis  panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapatl menyelesaikan Makalah ini dengan baik,lancar,tepat waktu,dan sesuai seagaimana mestinya. Penulis menyusun makalah ini sesuai dengan penyusunan makalah dan disusun dengan sesederhana mungkin agar pembaca mudah dalam memehaminya.
     Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai langkah untuk lebih mudah dalam memahami tentang metodhe Tanya Jawab Dimana metode ini sudah banyak diterapkan di dunia pendidikan, Penulis menyadari masih banyak kekurangan ataupun kesalahan baik yang materi maupun sistematik penulisanya. Untuk itu kritik dan saran yang mendukung sangat penulis harapkan demi perbaikan kesempurnaan laporan ini.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada:
     1.kepada kedua orang tua saya yang selalu memberi do;a dan dukunganya
     2.kepada bapak Murjaya, S.pd.i.,M.pd.i sebagai dosen pembimbing
     3.kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian tugas ini.
Akhir kata penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan pembaca pada umumnya.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Sungai Lilin,  November 2012

                        Penulis
MAKALAH
METODE TANYA JAWAB
 


          Disusun oleh :
            Kelompok x
                   Anton Kasiron     : 10149145
        
                                            Dosen Pembimbing :  Murjaya,M.Pd.i,
Sekolah Tinggi  Agama Islam Rahmaniyah
JL. Palembang-JambiI KM.109 Sungai Lilin 30755
2012-2013