Sabtu, 24 November 2012

cara pembuatan palu polsky


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dalam perkembangan teknologi dan kemajuan zaman menuntut adanya sumber daya manusia yang handal dan siap pakai  dan siap diterjunkan dimana saja sehinggah perlu adanya wadah pendididkan formal yang menciptakan tenaga yang handal dan trampil
Pendidikan saat ini dilaksanakan dalam perwujudan dan perkembangan teknologi tepat guna sesuai dengan kebutuhan era globalisai, oleh karna itu pendidikan sekarang difokuskan pada pendidikan professional di lapangan maupun di bengkel.

1
       Teknik Kerja Bangku adalah teknik dasar yang harus dikuasai olehseseorang dalam mengerjakan kerja bangku didalam dunia teknik  permesinan sebagai dasar untuk materi teknik pemesinan pada tingkatselanjutnya. Pekerjaan kerja bangku meliputi berbagai jenis kontruksi geometris yang sesuai dengan perintah kerja.Persyaratan kualitas terletak kepada pemahaman seseorang dalam praktek kerja bangku dan pelaksanaannya di tempat kerja yang meliputi : tingkat ketrampilan dasar penguasaaan alat tangan, tingkat kesulitan produk yang dibuat, dan tingkat kepresisian hasil kerja. Kerja bangku tidak hanya menitik beratkan pada pencaapaian hasil kerja, tetapi juga pada prosesnya.Dimana pada proses tersebut lebih menitik beratkan pada etos kerja yang meliputi ketekunan, disiplin, ketahanan, serta teknik sebagai dasar sebelum melanjutkan ke pengerjaan yang menggunakan mesin - mesin produksi.




1.2  Tujuan Penulisan dan manfaat
Adapun tujuan penulisan  makalah ini adalah :
a.       Dapat memahami dan mengerti arti dari kerja bangku.
b.      Dapat menggunakan mesin dan peralatan yang ada pada kerja bangku.
c.       Dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku pada praktek sesi kerja bangku.
d.      Dapat menerapkan dan mengembangkan teori saat praktek
e.       Untuk mempermudah mahasiswa yang ingin belajar tentang teknik kerja bangku dan cara pembuatan Palu
f.       Mampu untuk membuat Palu
g.      Mampu mengebor dengan baik dan benar
h.      Mampu menggergaji dengan baik dan benar













BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Palu

            Palu atau Martil adalah alat yang digunakan untuk memberikan tumbukan kepada benda. Palu umum digunakan untuk memaku, memperbaiki suatu benda, penempaan logam dan menghancurkan suatu obyek. Palu dirancang untuk tujuan tertentu dengan variasi dalam bentuk dan struktur. Bentuk umum palu terdiri dari gagang palu dan kepala palu, dengan sebagian besar berat berada di kepala palu. Desain dasar palu agar mudah digunakan, tetapi ada juga model palu mekanis yang dioperasikan untuk keperluan yang lebih besar. Palu besar dalam Bahasa Indonesiadisebut dengan godam.
Palu mungkin adalah peralatan paling tua yang masih diketahui keberadaannya. Palu dari batu diketahui telah digunakan sejak tahun 2.600.000 Sebelum Masehi. Palu adalah peralatan dasar untuk banyak profesi. Sebagai analogi, palu juga digunakan sebagai perangkat yang didesain untuk memberikan tumbukan, contoh dalam mekanisme pelontar peluru pada pistol.




2.3  Macam- Macam Alat Pendukung

a.       Ragum
b.      Kikir
c.       Gergaji
d.      Kongkol Penggores
e.       Mistar Siku
f.       Penitik
g.      Penggores
h.      Jangka Pegas
i.        Cap (stamping)
      J.   Mall Palu


2.4 Bahan Yang diperlukan dalam pembuatan palu:
Bahan matrial ST 37 dengan ukuran 37 dengan ukuran 30*30*108

Funsi Alat-alat yang digunakan:
1.Ragum
Ragum adalah alat yang digunakan untuk menjepit suatu benda kerja waktu mekanik seperti mengikir,memehat,menggergaji,Dll, yang harus dikerjakan
2.Kikir
Kikir adalah suatu alat yang digunakan untuk mengurangi ketebalan benda dan meratakan permukaan benda.
Macam-macam kikir
Kikir Rata
KIkir segi empat
Kikir segi tiga
Kikir bulat
Kikir setengah lingkaran
Kikir bujur Sangkar
3.Gergaji Tangan adalah alat yang digunakan untuk memotong benda kerja. Daun gergaji dibuat dari baja bermutu tinggi yang sangat keras, sehingga ketajaman gerigi tidak selalu diruncingkan kembali. Untuk mengetahui spesifikasi gergaji, dapat dilihat pada daun gergaji di dekat tangkai pegangan, yang menyebutkan jumlah gigi per inchi
4.Kongkol Penggures
Adalah alat yang asal mulanya pengembangan dari jangka sorong dan cara penggunaanya sama dengan jangka sorong.kongkol penggores juga dapat untuk menggores pada benda kerja.
5.Mistar siku
Adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur kesikuan atau jerataan suatu benda kerja ynag akan dikerjakan.
6.Penitik
Adalah alat yang digunakan untuk member tanda pada benda kerja pada saat akan dib or.penitik yang sering digunakan adalah penitik selenid yang kartel dengan ujung tifus yang bersudut 25 -30 drajat.
7.penggores
Adalah suatu alat yang digunakan member tanda yang berupa goresan pada benda kerja yang akan dikerjakan.
Macam-macam penggores
Penggores Sederhana
Penggores dengan Ujung Bengkok
Penggores Dengan Ujungnya Yang Dapat diganti
8.Jangka Pegas
Adalah alat yang digunakan untuk membuat goresan berupa Lingkaran,jangka pegas terdiri dari sepasang kaki dari baja yang disatukan oleh baut ditambah dengan pegas.
9.Stamping
Adalah ala yang digunakan untuk memberikan tanda yang berupa huruf atau angka pada benda kerja yang telah dikerjakan
Macam-macam stamping
1.      Stamping Nomer
2.      Stamping Angka
3.      Stamping Symbol
10.Mal palu
Adalah alat yang digunakan untuk mengukur lingkaran (lobang pada palu)
                 11.Mesin Bor
                   Adalah alat yang digunakan Untuk Melobangi Palu
                
                  Macam-macam Mata bor yang digunakan :
                
                 : 03,05,010,011    
                  
BAB III
               PROSEDUR KEGIATAN
3.2 DESAIN BENDA KERJA
                                                            Gambar 3.1
                                                        Desain Gambar



                                                           
a.       Ukuran

Palu  yang dibuat dengan ukuran :

Ø  Palu
Panjang :13  cm
Tebal :2.8 cm


       3.3.CARA KERJA

1.      Proses Pembuatan Palu­
Berikut ini merupakan proses kerja pembuatan palu yang terbuat dari besi pada bagian kepala dan alumunium pada bagian gagang:
a.       Bahan dan alat yang akan digunakan disediakan terlebih dahulu yaitu, bahan: besi dan alumunium dan alat: penggaris, pensil, ragum, gergaji, kikir dan mesin bubut.
b.      Proses pertama yaitu mengukur besi dan alumunium dengan penggaris. Besi berukuran 82 mm dan lebar 19 mm sedangkan alumunium berukuran panjang 180 mm dan diameter 25 mm.
c.       Benda kerja (besi dan alumunium) yang telah diukur ditandai dengan pensil pada ukuran panjang 60 mm untuk besi dan 159 mm untuk alumunium. Setelah itu dipotong dengan menggunakan gergaji sesuai ukurannya masing-masing.
d.      Selanjutnya benda kerja yang telah dipotong sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan (sekarang ukuran besi, panjang 60 mm dan lebar 19 mm, alumunium panjang 159 mm dan diameter tetap 25 mm)
e.       Setelah itu dilakukan penghalusan manual dengan menggunakan kikir untuk besi dan menggunakan mesin bubut untuk menghaluskan permukaan luar pada alumunium.
f.       Besi yang sudah dihaluskan di potong lagi dengan gergaji dari ukuran panjang 60 mm menjadi 57 mm sedangkan untuk ukuran lebar besi tetap. Pada bagian siku besi dengan kemiringan 20 derajat diambil 10 mm dari lebar besi dan 20 mm dari panjang besi, tandai dengan pensil dan dilakukan pemotongan dengan gergaji
g.      Dikarenakan ada bidang besi yang kurang sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan maka untuk meratakan bidang yang kurang sesuai digunakan mesin sekrap. Sekarang ukuran besi sudah rata seperti yang telah ditentukan.
h.      Sama halnya dengan besi, alumunium juga mengalami proses pemotongan tetapi menggunakan alat yang berbeda, bilamana besi dipotong dengan menggunakan gergaji , alumunium di potong atau dikurangi ukurannya dari panjang 159 mm menjadi 151 mm menggunakan mesin bubut dengan cara membubut luar. Sedangkan ukuran diameter dari alumunium tetap 25 mm.
i.        Kemudian proses selanjutnya besi akan dibor menggunakan mesin bor. Pada besi di lubangi bagian tengahnya dengan ukuran diameter 15 mm. Pada alumunium dilakukan pembubutan luar menggunakan mesin bubut dibagian diameter alumunium yang mulanya 19 mm menjadi 15 mm dan pada bagian kedalaman (lebar) alumunium di bubut luar sebanyak 10 mm mengikuti alur dari diameter alumunium.
j.        Pada besi akan dilanjutkan proses pelubangannya dengan mesin bor, ukuran diameter dari besi dib or lagi 3 mm sehingga menjadi 12 mm dari ukuran pada proses sebelumnya. Setelah proses pelubangan selesai besi dikikir agar permukaan luar halus dan bersih dari bercak noda yang didapat selama pengerjaan.
k.      Kemudian pada alumunium dilakukan pembubutan lagi sehingga ukuran bagian atas alumunium menjadi lebih dalam diambil dari ukuran 30 mm pada bagian atas sisi tegak lurus dari bagian lainnya sebesar 10 mm.
l.        Setelah ukuran sesuai pada bagian atas gagang palu (alumunium) akan di buat ulir menggunakan gagang tab dengan ukuran M 11. Pada kepala palu (besi) juga akan dibuat ulir menggunakan mata bor bermata ulir sesuai bagian atas ukuran mata bor ulir M 11 .
m.    Ukuran telah sesuai yang berarti pengerjaan produk palu telah selesai tahap proses kerjanya. Pasangkan kepala palu (besi) dengan gagang Palu (alumunium) dengan mempertemukan bagian yang telah di ulir sehingga kedua bagian tersebut bersatu menjadi sebuah palu.
n.      Proses pengerjaan akhir telah selesai namun ternyata pada saat menggabungkan kedua bagian palu antara kepala dan gagang terdapat ukuran yang lebih dari panjang bagian atas gagang palu. Untuk mengurangi ukuran ini maka kedua bagian palu tersebut dipisahkan lagi, untuk bagian yang terlalu panjang di bubut dengan bubut dalam menggunakan mesin bubut. Sekarang ukurannya telah sesuai, kemudian dilakukan pembuatan tirus pada bagian bawah ulir gagang palu dengan menggunakan mesin bubut yang di setting untuk membuat tirus. Proses akhir selesai, kedua bagian yang telah selesai pengerjaannya dan sesuai ukuran di amplas agar halus. Kemudian setelah itu kedua bagian palu tersebut di pasangkan kembali lalu di warnai krom. Ini menandai bahwa semua proses pembuatan produk palu telah selesai.













BAB IV
            HASIL
4.1 Bentuk Baut dan Mur







11





 

1 komentar:

  1. Bagaimana cara pembengkokan pipa yang baik dan benar...?

    BalasHapus